Jumat, 11 Februari 2011

Yohanes 3: 30

Ia harus makin besar,tetapi aku harus makin kecil 
Yohanes 3 : 30

Saudara, dalam kehidupan sehari-hari ,mungkin kita sering ingin menjadi lebih tinggi,baik di dalam jabatan perkantoran ataupun juga dalam hal pelayanan. Semua oang orang pasti  punya ambisi untuk menduduki suatu jabatan yang maksimal,sesuai dengan kemampuan kita. Tidak jarang orang menggunakan cara-cara legal/curang hanya untuk memperoleh jabatan tersebut, bahkan kalau perlu sampai melakukan hal yang tidak diingini oleh Tuhan. Jabatan yang tinggi atau kedudukkan yang tinggi otomatis membuat posisi seseorang baik dimasyarakat umum ataupun keluarga sanggat membanggakan,selain itu juga sudah pasti pundi-pundi kantong kitapun akan sangat cepat terisi atau dalam bahasa kerennya,kedudukkan yang tinggi otomatis menjamin kehidupan masa depan. Tetapi apakah semuanya itu benar ?,apakah kedudukkan yang tinggi sudah barang tentu membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Mungkin bagi yang mendapatkan kedudukkan dengan bersusah payah baik dalam skill maupun doa,hal itu bisa saja membuat seseorang lebih mawas diri atau lebih menikmati apa yang didapatnya dengan ungkapan syukur kepada Tuhan,tetapi yang mendapatkan dengan cara instan..? Apakah kedudukkan yang tinggi mempertinggi iman seseorang atau sukacita seseorang ?. Paulus justru sebaliknya ,dia mengatakan bahwa yang seharusnya makin besar itu adalah Yesus,sedangkan dia/Paulus/kita justru harus semakin kecil. Kadang 2 ,seseorang yang berada di puncak karier gemilangnya lupa akan sang pemberi anugrah itu,dia terlena dengan pujian-pujian yang datang dari sekitarnya,sementara seharusnya yang layak di puji adalah Yesus. Dia harus semakin besar,mengandung arti ;tidak ada di dunia ini yang lebih besar ?bukan fisik/melainkan kuasa yang melebihi apapun. Itu artinya;tidak ada yang dapat menyombongkan dirinya dihadapan Tuhan,melainkan harus lebih mengerdilkan/mengecilkan/merendahkan diri dihadapan Tuhan tanda kita mensyukuri/menikmati berkat yang Tuhan  anugrahkan dalam hidup kita.
Nah saudaraku,inilah yang sangat jarang kita lakukan,untuk itu,ingatlah selalu akan apa yang Tuhan sudah anugrahkan kepada kita,hendaklah membawa kita kepada pemahaman yang lebih indah lagi,sehingga sekarang sukacita itu penuh,amin

Kamis, 10 Februari 2011

Mazmur 34 : 9

Bangga menjadi anak Tuhan

"Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu,berbahagialah orang yang berlindung padaNya
Mazmur 34 : 9

suatu,waktu saya di undang  untuk pergi melayani ke sebuah perkampungan di daerah pematang Siantar,suatu daerah yang boleh terbilang sangat indah,jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan jemaatnya bahkan penduduknyapun sangat ramah. Untuk memasuki tempat tersebut harus melalui pematang sawah dan harus berjalan kaki berkilo-kilo jauhnya. Maklum ,karena saat itu masih sebagai mahasiswa theologia dan masih dengan semangat melayani,sayapun begitu antusias . Dan semakin bertambah sukacita ketika kebaktian dimulai,jemaat yang boleh dikata dapat dihitung dengan jari,tetapi suasana ibadah begitu sangat hikmat. Dan pada saat itu Mazmur 34 : 9 adalah kotbah saya. Dalam kotbah tersebut,saya mengatakan bahwa ada kebanggaan tersendiri ketika kita menjadi anak-anak Tuhan, kebanggaannya adalah bahwa Allah menunjukkan kasihNya kepada umatNya dengan begitu indah dan dasyat.Sampai-sampai pemazmur katakan "Lihatlah " seluruh berkat Tuhan diperlihatkan begitu utuh,tanpa ada yang tersembunyi,namun,bukan hanya sekedar diperlihatkan tetapi "kecaplah" ada kata kerja bagi umat untuk menikmati,mengecap seluruh yang Tuhan telah berikan. Tuhan itu baik,kata Daud dan kata kita saat ini. Meskipun kadang kehidupan kita tidak menunjukkan kebaikkan,dipenuhi pergumulan,intimidasi,intrik-intrik bahkan menuju kepada pemusnahan,tetapi ingatlah bahwa Tuhan itu baik. Kebaikkan Tuhan hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang mengenal Tuhannya juga dengan baik,dan orang-orang tersebut adalah kita. Tuhan baik bukan karena kita baik terhadapNya ,melainkan karena Dia terlebih dahulu baik terhadap kita. Untuk itu,kebahagiaan yang akan Tuhan berikan kembali kepada kita dikatakan jika kita berlindung padaNya. Bagaimana kita berlindung kepada Tuhan,itu mungkin yang menjadi pertanyaan,apalagi disituasi seperti saat ini,Tuhan adalah menara yang kokoh,ketika kita tempatkan Tuhan didasar hati kita yang paling dalam,menjadikanNya perlindungan,maka Dia akan melindungi kita.
Bangga menjadi anak Tuhan,itulah yang di anjurkan kepada kita, situasi seperti saat ini dimana pergumulan semakin berat bukan berarti kita menjauh dariNya,bukan berarti kita malu memiliki Dia,tetapi justru harus semakin bangga,menjadi anakNya,karena dengan itu man kita tengah di uji olehNya. Dan untuk mendapatkannya "carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya." jangan pernah ragu untuk menyatakan imanmu,amin

Sing : Kecaplah dan lihatlah ,betapa baiknya Tuhan itu
         rasakan dan nikmati,kasih setia Tuhan
         reff...
         syukur bagiMu Tuhan,
         s'gala hormat bagiMu Tuhan
         Engkau yang mengasihiku,
         Engkau yang memeliharaku
         selamanya......